Entertainment Video Games
Review: Wolfstein 2: The New Colossus

By Haetam Attamimy

Published on: 2017/11/07 12:03

Sebagai salah satu video game franchise yang cukup konsisten merilis sekuel selama beberapa tahun terakhir, kehadiran The New Colossus dari serial Wolfstein sangat dinantikan banyak penggemarnya. Momen perilisan The New Colossus pun digunakan sebagai media untuk memerangi para pendukung Nazi yang sayangnya masih banyak tersebar di beberapa negara, terutama Amerika Serikat. Tidak heran Wolfstein dengan cermatnya menggunakan momentum ini untuk mempromosikan The New Colossus dengan berbagai cara.

The New Colossus menuai banyak pujian dari para kritik. Tidak heran, video game ini akan menyeret pemainnya ke dalam peperangan gila-gilaan yang didukung dengan visual mutakhir dan eksplisit. Satu hal penting yang perlu di-highlight adalah kecerdasan serial terbaru Wolfstein ini dalam mengeksploitasi kekejaman Nazi secara terus menerus, yang diperkirakan sebagai metode untuk mengingatkan pemain bahwa musuh yang mereka hadapi memang layak untuk dimusnahkan. 



Selain adegan pembunuhan Nazi yang memuaskan, The New Colossus juga memiliki storyline yang kuat dalam menceritakan karakter protagonis BJ Blazkowicz yang berambisi untuk membebaskan Amerika Serikat dari belenggu Nazi.

The New Colossus adalah sebuah video game yang tidak mengizinkan pemainnya beristirahat dan penuh dengan intensitas yang cukup tinggi. Mengingat banyaknya adegan brutal dalam The New Colossus (atau seluruh serial Wolfstein pada umumnya), kami sarankan untuk tidak memainkan video game ini di depan anak-anak.

Bagikan Artikel
Artikel Terkait

Serial TV Street Fighter Akan Segera Dibuat

Bisakah serial TV ini mengalahkan stigma buruknya adaptasi video game ke live action?

By: Kevin

Baca selengkapnya

Steve Ditko, co-creator Spider-Man dan Doctor Strange, telah...

Steve Ditko pembuat Spiderman dan Doctor Strange meninggal di umur 90.

By: Gilang Ramadhan

Baca selengkapnya

TV Series to Watch: HBO's High Maintenance

Berkisah tentang bandar marijuana yang menghubungkan kota sebesar New York.

By: Haetam Attamimy

Baca selengkapnya
Loading…